Semiotika Sumbang Para HatersĀ 

Oleh : Kahn 

Kebencian & kekerasan tdk mngkin muncul ke permukaan dgn Telanjang, dia butuh baju yg kelihatan sopan, seolah berbudi, sarat nilai, dan bernada umum, entah itu berupa negara,baju agama,musik atau simbol2 lainnya. sebuah semiotika yg terselubung, itu berawal dari jatuhnya sebuah Harga diri yg katanya bgtu mahal & Prasangka yg dgn mudah di obral murah kpada realita-Das ding an sich, dan itu alat yg paling sering digunakan untuk memperkosa realita, sebuah kesadaran palsu yg sdh mnjdi kebiasaan, kebiasaan mnylesaikan material ke yg immaterial atau fetisism berlebihan, harusnya problem material diselesaikan dngn solusi material pula. contoh gampangnya, krna mau musim THR jgn ngomong mengHargai karyawan klo tidak ngasih Harga yg layak dgn apa yg sdh dilakukan. (kalimat yg trakhir anggap saja iklan guys… ) šŸ˜œšŸ˜†

Iklan

Kritik Budaya Benar Satu DimensiĀ 

Oleh : Kahn 

Terlihat sebuah surga… surga yg mengerikan, surga yg hardcoreĀ¹…. surga yg merampas subtansi, Surga eksklusif bagi para “Sosialita Moral” yg Fashionable, yg Glamor & tampak blink2 u/ pamer budaya “Benar Satu Dimensi”, yg sibuk dngn desain kemasan paling estetik agar bisa jadi paling laku dipasaran. lalu kapan kmu benar2 bisa hargai “kemanusiaan” yg mnjadi materi dasar sebelum ada kemasan. itu sperti kasih Ibu yg murni, yg kemudian jadi keruh karena kmu campurkan aroma2 kebencian yg bernada illahiah.
catatan kaki :


( Ā¹ : dalam permainan komputer Diablo II )

KausalitasĀ 

Jika tanpa kualitas mka kuantitas yg mnolongmu, jika tanpa kuantitas, kualitas yg nenolongmu, jika dgn kualitas dn kuantitas maka “kekuatan besar tanggung jawab besar” Sepidermawan (baca : spiderman)

Air Mata Takjub

Aku takjub dengan dunia ini
ketakjubanku metearsmbawaku kesana-kemari
aku takjub, aku menatap keatas
mataku berkaca-kaca, kulihat kebawah
airmataku jatuh
masa-masa yang indah dan penuh gejolak
aku hanya bisa mengingatnya
saat itu aku tidak paham
pun seperti hari ini
aku tidak paham hari ini